Trip Toraja Terbaik dalam Sehari

Bagi orang-orang yang bekerja Senin-Jumat, akhir pekan menjadi saat yang tepat untuk melepas penat. Hal ini berlaku juga bagi saya yang sering mendapatkan tugas ke luar kota. Setelah satu minggu penuh bergelut dengan hari kerja, Jumat malam hingga minggu pagi biasa saya manfaatkan untuk mengunjungi tempat-tempat menarik di sekitar area kerja. Kali ini saya mendapat…… Continue reading Trip Toraja Terbaik dalam Sehari

Uyon-Uyon Hadiluhung: Peringatan Hari Lahir Raja Yogyakarta

Irama gamelan sayup-sayup mulai terdengar. Satu per satu para tamu hadir dengan mengenakan pakaian jawa. Tamu lelaki mengenakan kain sebagai bawahan, baju lurik biru model peranakan dan ikat kepala blangkon khas Yogyakarta. Semua tamu perempuan dengan kebaya warna hitam, kain jarik dan rambut disanggul. Malam itu, Keraton Yogyakarta menggelar Uyon-Uyon Hadiluhung atau pertunjukan musik gamelan…… Continue reading Uyon-Uyon Hadiluhung: Peringatan Hari Lahir Raja Yogyakarta

Mengunjungi Bumi Sikerei

Jarak antara Padang dengan Tua Pejat, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, dapat ditempuh selama 4-5 jam perjalanan laut. Waktu tempuh tersebut dicapai dengan fast ferry seharga Rp 250.000 sekali jalan. Apabila menggunakan kapal Pelni yang harganya lebih murah, waktu tempuh yang diperlukan mencapai 12 jam. Pagi itu saya berangkat tepat pukul 07.00 dari Pelabuhan Muara…… Continue reading Mengunjungi Bumi Sikerei

Menterjemahkan Pesan dari Tour Sydney Dance Company

Seringkali orang melakukan kegiatan bernyanyi, menari atau minum sebagai sarana relaksasi. Tapi sebagian yang lain mempunyai alasan lebih dari itu. Freedom! Dengan menari seseorang bisa menggerakkan badan lebih leluasa. Dengan demikian, biarpun sesaat, pikiran akan terbebas dari beban dan tekanan. Jawaban di atas hanya secuil dari opening pertunjukan berjudul L’Chaim karya Gideon Obarzanek yang dipentaskan…… Continue reading Menterjemahkan Pesan dari Tour Sydney Dance Company

Identitas Istimewa dalam Tari Klasik Gaya Yogyakarta

Riuh rendah masyarakat memenuhi bagian luar maupun dalam Pura Paku Alaman Yogyakarta. Biasanya, kerumunan orang hanya berpusat di luar atau bagian Pamedan Pura Pakualaman yang pada malam hari dipenuhi warung lesehan. Cukup dengan segelas kopi atau jahe panas, di sana orang-orang bisa bertahan ngobrol berjam-jam lamanya. Minum, ngobrol dan makan nasi kucing. Ketiganya adalah perpaduan…… Continue reading Identitas Istimewa dalam Tari Klasik Gaya Yogyakarta

Matah Ati, Semangat Cinta dan Perjuangan

  Beberapa orang dengan kostum prajurit memasuki lokasi pertunjukan. Duduk membelakangi penonton menghadap ujung belakang panggung yang mulai terbuka sedikit demi sedikit. Tokoh utama dengan pakaian layaknya satria Jawa muncul ke permukaan. Datang mendekati para prajurit, bersamanya ada enam penasehat dan seorang perempuan tua. Dia adalah Raden Mas Said, cucu dari Raja Jawa-Amangkurat IV yang…… Continue reading Matah Ati, Semangat Cinta dan Perjuangan

Tari Klasik Keraton Surakarta: Suguhan Ala Bangsawan

Gending pembuka sudah dimainkan. Tidak hanya suara gamelan yang terdiri dari gong, saron, bonang, kethuk, kenong dan kendang, tetapi juga sesekali terdengar suara beduk dan snare drum yang menimbulkan irama baris berbaris dalam tempo lambat. Dari sudut Siti Hinggil, empat orang penari kraton melangkah pelan-pelan menuju arena pertunjukan. Bau wangi dupa dan asap kemenyan berhembus…… Continue reading Tari Klasik Keraton Surakarta: Suguhan Ala Bangsawan